Callista's World

Callista's everyday world…from her favorite songs to her accomplishments…

Feb
20

We are so proud of you girl…

Posted by Callista

Alhamdulillah, 5 tahun lebih sudah Allah SWT mempercayakan anak kecil cantik itu untuk jadi tanggung jawab Bunda dan Dada. Time does fly ya, secara rasanya baru kemarin bawa Kay pulang ke rumah, sekarang udah 5 tahun. Banyak banget milestone yang udah Bunda dan Dada alamin.

Dari mulai bisa nulis di umur 3 tahun sampai  lancar membaca di umur 5 tahun. Dari juara pertama lomba cheer leader waktu TKA, juara pertama mewarnai, juara lomba vocal group dan lomba cheer leader lagi untuk TKB.

Rasa bangga Bunda dan Dada makin bertambah, sewaktu tau Kay ikut sebagai salah satu perwakilan sekolahnya untuk lomba cepat tepat bahasa inggris. Waduh, udah ga bisa diceritain lagi deh, rasa bangga Bunda dan Dada.

Lucu-nya, sepupu-nya Kay – Shaka, juga ikut jadi salah satu perwakilan di lomba yang sama. TK Al-Fath ngirim 3 group yang masing-masing terdiri dari 3 orang, jadi ada 9 anak-anak pinter dari hampir 200 anak yang berhasil diaudisi (hehehe, bahasanya ya) untuk mewakili TK A dan TK B Al-Fath.

Karena Bunda dan Dada baru dikasih tau bahwa Kay ikutan lomba-nya baru satu minggu sebelumnya, jadi repot lah Bunda dan Dada usaha untuk ‘melatih’ Kay. Download beberapa aplikasi di iPad dan ngajakin Kay ‘main bahasa inggris’. Lomba cepet-cepetan jawab gambar sama Dada. Selain itu Kay juga ‘main inggris’ sama Shaka. Pokoknya antara Bunda, ama Auntie nyoba gimana caranya supaya Kay dan Shaka bisa cepat mengingat dan menjawab segala macam benda dan hal-hal yang ada di sekitar kita dalam bahasa inggris.

Tanggal 19 Februari kemarin, Bunda, Dada, Auntie Vivi, Om Kiting ama Oma semua nganterin Kay ama Shaka lomba cepat tepat bahasa Inggris. Hehehe, saking tegang-nya si Om Kiting sampe sakit perut gitu. Bunda ama Dada sie udah pasrah. Oma ama Auntie juga tenang aja. Mungkin karena kita ngerasa, baik Kay dan Shaka udah lumayan hebad (tuh deh, ampe pake d) karena lolos audisi sampe bisa mewakili sekolah dalam acara cepat tepat ini.

Sementara nunggu Kay dan Shaka lomba, Auntie, Om Kiting, Oma, Dada dan Bunda semua pada sarapan dulu. Di lomba cepat tepatnya ada bazaar juga, lumayan kan daripada bengong. Setelah kurang lebih nunggu satu jam, tau-tau Shaka nyolek, nanya mama ama ayanya di mana. Waktu ditanya uni Kay di mana? Shaka bilang gantian, uni lagi lomba.

Kelompok-nya Shaka ga menang, tapi ngga pa pa… udah hebat deh pokoknya.  Bunda jadi degdegan, gimana ini nasib uni Kay? sekitar setengah jam kemudian, si uni nyusul. Sama, kelompoknya juga ga menang.. tapi sekali lagi, ga masalah, karena Bunda, Dada, Auntie, Oma, Om Kiting semua udah bangga mereka udah belajar ikut lomba, alhamdulillah mereka juga ga masalah juga kalah, malah kayaknya cuek aja tuh. Mungkin karena lomba ini mereka anggap hanya sebagai latihan saja.

Bunda cuma mau bilang, menang atau kalah sungguh ga jadi masalah Nak, karena Bunda dan Dada sayang Kay selalu. Alhamdulillah bila memang Kay berprestasi, tapi yang pasti, Kay adalah prestasi terbesar dan terbaik yang pernah Bunda dan Dada capai selama hidup kami berdua… and for that we are soo grateful that we have you baby girl…

We are always gonna be proud of you, in whatever you do…

Feb
08

terharu biru

Posted by Callista

Kemarin, sepulang dari kantor, bunda mau kasih tunjuk theme baru blog-nya Kay. Saking senengnya tuh, thanks banget ama om Acho (@muhadkly) udah mau digangguin bolak balik untuk bikin blog-nya Kay jadi keren (menurut Bunda ya).

Berhubung Kay udah  bisa baca, jadi dia senang banget pas tau dia punya blog sendiri dan langsung pengen baca tulisan Bunda di blog-nya.

Kebetulan kan postingan terakhir itu soal Bunda minta maaf ama dia, karena Bunda ga bisa cuti waktu dia lomba cheers, padahal dia udah bilang kalo nanti Bundanya akan hadir dan bantu dandanin temen-temennya.

Dia baca postingan Bunda dengan suara kenceng, diselingi nanya “kenapa Bunda nangis?”. Lama-lama kok suaranya makin pelan, Bunda yang lagi dengerin jadi penasaran, pas Bunda tengok, keliatan mata-nya Kay berkaca-kaca. Nyessss, Bunda jadi ikutan berkaca-kaca, walaupun belum jelas kenapa Kay nangis, tapi perasaan Bunda langsung mengharu biru gitu. Bunda bilang gini:

“Kay kenapa? kok nangis? kenapa sedih nak? jangan nangis dong (Bunda jadi nangis makin kenceng)”

“Ngga pa pa kok Bun. Bunda jangan sedih lagi ya. Besok Kay pasti pinter, kan Kay jadi patokan teman-teman semua”

Alhamdulillah, ternyata anak bunda udah besar ya. Udah bisa ngertiin kalau Bundanya ga bisa hadir hari ini itu bukan mau-nya Bunda. Tapi memang keadaan yang ga bisa, dan dia janji akan semangat dan pinter pas lomba cheers hari ini.

Ma kasih ya Kay sayang, udah mau  ngertiin Bunda. I love you forever nak…

Feb
06

maaf ya nak….

Posted by Callista

Jumat malam, waktu pulang kantor, selesai Bunda makan malam, cuci muka dan bersih-bersih, udah waktunya main sama princess-nya Bunda.

Seperti biasa, dia pasti minta main iPad, ada games yang nebak letak barang2 yang tersembunyi gitu, main sekalian belajar, karena dengan gitu dia nambah vocab nya plus juga memori.

Lagi asyik2 main gitu, tiba-tiba dia bisikin Bunda… gini katanya

Bun, tadi Kay bilang ama Naya, nanti pas cheers (lomba cheer leader), Bunda kan cuti ya? Kan nanti yang dandanin Bunda kan ya?

Jleb !!! rasanya bunda mau nangis saat itu juga… jerit-jerit deh nangisnya. Abis untuk setahun ini kan, kecuali cuti bersama atau libur, Bunda belum dapet hak cuti, kan Bunda baru kerja satu setengah bulan aja di perusahaan ini.

Maaf ya nak, mudah-mudahan Kay ngerti kalau Bunda kerja untuk Kay juga. Bukannya bunda ga mau, bunda mau banget nak, ndandanin Kay, nonton Kay lomba cheers, seperti tahun lalu ya. Bukan pilihan dan maunya Bunda kalau Bunda harus pindah kerja, tapi insya Allah semua itu yang terbaik untuk kita semua ya nak.

Saat ini, Bunda cuma mau minta maaf, *sembari nangis*, kali ini Bunda belum bisa ikutin mau kamu ya nak. Insya Allah, lain kali begitu Bunda bisa, pasti Bunda hadir ke acara-acara sekolah-nya Kay ya nak.

Selalu ingat kalo Bunda sayang Kay, thank you for choosing us to be your parents ya nak.

Bunda dan Dada hearts Kay so much.

Jan
25

Love Letter On Mother’s Day

Posted by Callista

Sabtu kemarin Bunda dapat undangan dari sekolah Kay, katanya perayaan hari Ibu, yang mestinya jatuh di tanggal 22 Desember 2010, karena ga libur, akhirnya pindah ke tanggal 22 Januari 2011.  Di undangannya disebutin, sebisa mungkin moms-nya kalo bisa pada dateng. Ya karena dibilang begitu, Bunda usahain banget untuk dateng.

Acara dimulai jam 8.30 WIB, mundur sekitar 30 menit dari undangannya. Lumayan sie, kerasa juga nungguinnya secara duduk lesehan dempet-dempetan ama moms dari 8 kelas di TKA dan TKB Alfath.

MC-nya Miss Lela, yang ngucapin terima kasih atas waktu-nya para moms yang nyempet-nyempetin dateng. Entah kenapa, Kay agak sedikit sumeng, jadi ga seceria biasanya. Sibuk gelendotan aja ama Bunda. pas di pegang, emang sie badannya anget. Bunda tawarin pulang dia mau, tapi Bunda bilang, nanti setelah lomba aja ya nak, siapa tau Kay juara. Kay cuma nggangguk aja, sembari liatin Bunda dengan mata sayunya.

Ternyata lomba-nya hanya dapet 2 putaran, soalnya moms-nya kebanyakan, jadi ga bisa banyak-banyak lombanya. Selesai lomba, anak-anak dikumpulin kembali ke kelas masing-masing. Ada perwakilan mom dari masing-masing kelas ikut lomba baca puisi. Ada sedikit insiden waktu lomba baca puisi, ada beberapa moms yang nge-gank terus cekikikan ga lucu di depan, yang membuat Miss Lela juga jadi tersinggung, karena mereka kayak ga menghargai acara itu.

Selesai lomba, para moms disuguhi sinetron buatan para teacher Al-Fath yang ternyata lumayan berbakat jadi artis sinetron. Ada Miss Ria sama Mr. Thoat yang berperan jadi pasangan Bapak-Ibu yang punya anak. Lucu deh pokoknya liat para teacher itu bergaya ala artis sinetron.

Akhirnya acara mendekati akhir, para moms disuruh tutup mata pake pita yang emang udah disiapin. Terus kayak waktu dimapras jaman SMA dulu, ada yang bacain cerita soal Ibu. Duuuh, menyayat hati. Betapa berharganya Ibu itu. Betapa seberapa keras usaha kita untuk membalas jasa Ibu, itu merupakan hal yang ga mungkin, karena jasa Ibu memang takkan terbalaskan. Nabi Muhammad SAW saja pernah bersabda, bahwa “apabila kamu menggendong Ibumu di punggungmu dan berjalan bolak balik dari satu gunung ke gunung yang lain, sesungguhnya jasa Ibu jauh lebih dari itu.

Di akhir acara, para anak-anak kecil yang lucu itu mencari mom nya masing-masing. Terus ngasih bingkisan besar untuk mom-nya. Bingkisannya itu ternyata kalender tahun 2011, buatan mereka. Duuh, terharu biru rasanya, terlebih didalamnya terselip satu surat cinta, dari Kay khusus untuk Bunda.

Kay's Love Letter for Bunda on Mother's Day

Thank you baby, I love you more than anything in this world…

Sep
01

birthday celebration – 5 years old Kay

Posted by Callista
Happy Birthday Dearest Kay

Happy Birthday Dearest Kay

1 September 2010, Callista Puti Ulung, our little angel just turn 5 years old. Alhamdulillah, it is 5 years already since Allah has trusted us to be the chosen parents for you dear, to be our responsibility, to love and cherish for the rest of our life.

Time flies, because we feel that it was just yesterday when we brought you home, so little, pinkish and beautiful. I think it is gonna be bias if we say that she might be the cutest and the most beautiful creature we’ve ever seen in our life, but I don’t care, becauseshe definitely was.

There’s so many milestone and unwritten history that I wanna write but don’t know where to begin, but one thing we sure that we love (almost) every second of it.

Just like the years before, we celebrate her coming to this world with extra joy and happiness, but for this year we want her to learn to share what she has with people less fortunate than her, so we have a little celebration at the orphanage.

It was actually only a little ceremony with a group prayer with some children from the orphanage, lead by Kay’s Grandma, then we share some food and cakes. Because it was a fasting month so after that pray we come home and also held a little celebration for her, attended by her cousins and aunts and uncles.

She was quite happy when she share her story about the group prayer at the orphanage, she said that the children that pray for her didn’t have any parents, so we have to share what little we have with them. Good job my angel, good interpretation… and we love you so much.

With this post, Bunda and Dada would like you to know that you are a very dear little thing that we always hold dear in our live. Thank you for such a little darling and for always brings joy for us always.

Happy birthday dear Callista Puti Ulung, may Allah always bless you and guide you in the right way…

WE  HEART YOU soooo much…

Feb
11

Juara cheer leader

Posted by Callista

Masih inget kan, postingan Bunda soal Kay yang akan jadi cheer leader?  Akhirnya kejadian beneran deh, tanggal 1 Februari kemarin, dia beneran ikut lomba cheer leader di sekolahnya. Dan pastinya udah bisa ditebak dong ya, Bunda harus ngambil cuti khusus supaya bisa nonton anak Bunda.

Pagi-pagi Bunda udah heboh. Selesai mandiin Kay, langsung pake baju cheer-nya, lengkap dengan kuncir dua, stocking dan sepatunya. Terus Bunda dibisikin ama mbak-nya Kay, “Bu, katanya Kak Rani, Kay mesti didandanin, tapi ga usah tebel-tebel, nanti di sekolah ditambahin lagi” gitu kurang lebih katanya.

Waduh, ternyata dandanin anak kecil itu ribet bener ya. Sembari Bunda bedakin, dia repot aja gitu ngaca, sambil coba betul-betulin hasil make-up an Bunda. Daaaaaannnn, dia pake lipstik sendiri aja dong, sampe senyum senyum deh Bunda ngeliatin tingkahnya.. hehehehe. Aduuh nak, umur masih se-uprit aja udah repot euy dandannya, gimana gede nanti?? hehehe

Beres didandanin, jemputan sekolah dateng. Berhubung Bunda belum beres siap-siap, jadi Kay pergi duluan ke sekolah sama mbak-nya. Bunda nyusul aja naik ojek (secara mobil dibawa Dadda).

Sampe di kelasnya Kay, banyak moms yang juga repot ngurusin anak-anak kecil itu siap-siap buat tanding. Karena jalanan hari itu super duper macet, jadi ada beberapa anak yang belum nyampe di sekolah. Wali kelasnya Kay, Miss Lela dan juga guru cheer leader-nya udah mulai panik, takut jumlah anaknya belum lengkap, takut di diskualifikasi, tapi alhamdulillah, sebelum acara dimulai seluruh anak udah lengkap dan siap untuk ikutan.

Antelope, kelasnya Kay kebagian nomor 3. Alhamdulillah, karena pesertanya ada 6 jadi ga terlalu awal dan ga terlalu akhir. Lucu-lucu deh liat gerakan anak-anak kecil itu. Belajar berkoordinasi, ninggalin rasa malu dan ningkatin percaya diri buat senyum didepan teman-teman dan penonton lainnya.

Kebetulan Bunda duduk di sebelah jurinya. Ga kok, ga nyontek hasilnya, karena juri-nya pada pinter banget nutupinnya. Tapi terus terang, Bunda agak ga suka ama guru Cheers-nya, masa kasih nilai buat anak-anak TK kecil-kecil banget. Tapi mungkin juga supaya untuk ngajarin bahwa untuk jadi juara itu susah, tapi tetep ya, kesel!!

Beneran ternyata omongan orang yang bilang bahwa kalau anak kita yang lagi lomba atau test, kita yang lebih deg-degan deh rasanya.  Ga jelas deh udah mukanya Bunda waktu disebutin nama kelasnya Kay sebagai next performance. Mungkin pucet, terus keringetan terus jelek deh.

Tapi perasaan agak sedikit tenang setelah liat muka anak-anak antelope class. Ceria semua, kayak tanpa beban (dan memang mungkin ga ada beban sama sekali ya). Pokoknya biasa banget deh, ketawa ketiwi sembari becanda. Tapi begitu musik mulai, muka mereka serius tapi lucu. Mungkin karena sembari menghapal lagu dan gerakan, terus inget ajaran kak Rani dan kak Tisha yang bilang mesti senyum dan senyum. Pokoknya performance-nya antelope class PERFECTO banget deh, seengganya untuk Bunda.

Tapi ternyata ga cuma bunda yang ngerasa kayak gitu, secara pas diumumuin, dengan nilai paling tinggi, antelope class jadi juara aja gitu untuk semua TK A. Seneng, bahagia dan terharu udah campur aduk deh, Bunda rasain.

Alhamdulillahirobilalamiin… akhirya Kay sama temen-temen sekelasnya bisa nikmatin jerih payah berlatih cheer berhari-hari, malah kadang sampai malem…

Congratulation ya baby, Bunda so proud of you… I love you Kay…..

Feb
09

belajar dari anak: mengatasi rasa takut

Posted by Callista

Anak-anak walaupun masih kecil, masih pendek jam terbang di dunia ini, ternyata punya kemampuan besar untuk menjadi guru bagi manusia dewasa. Seengganya, itu yang Bunda rasain sama Kay. Ga cuma satu dua kali Bunda belajar dari Kay, seringkali malah.

Kayak kejadian minggu lalu, waktu Bunda, Dadda sama Kay makan pempek di daerah radio dalam. Seperti kebanyakan tempat makan pengemis dan pengamen seperti layaknya menu tambahan di sana.

Begitu turun dari mobil, udah keliatan se orang anak kecil yang bawa karung. Mungkin karena takut, Kay langsung pegang tangan Bunda kenceng-kenceng, tapi masih hebat karena cuma pegang tangan aja, ga minta gendong.

Sampe di dalem rumah makan, setelah makanan kita dianter, Kay ngomong gini:

Kay: “Bun, tadi di depan itu anak karung ya??”

Bunda: “Iya, tadi Kay liat sendiri kan, dia kedinginan tuh duduk di luar, tapi ngga punya uang untuk beli makanan atau ongkos buat naik bis”

Kay: “Nanti kalo kita pulang, kasih uang ya Bun?”

Bunda: “Iya, tapi Kay yang kasih ya?”

Kay: “Ngga mau ah, takut… Bunda ajah”

Bunda: “Ya ngga dong nak, Kay aja, biar Kay bisa belajar berbagi ya?”

Denger Bunda ngomong gitu, Kay diem aja. Mungkin dia lagi mikir, kok kenapa Bunda bilang berbagi? Karena biasanya, yang menyangkut berbagi itu ya masalah mainan. Kok tiba-tiba Bunda bilang disuruh berbagi sama kakak yang bawa karung?

Tapi ternyata, Kay ngerti sama omongan Bunda kok, karena waktu makanan kita hampir habis, dia bilang,

Kay “Bun, jangan lupa ya, nanti kasih ke anak karung di depan”

Bunda “Ya kalo Bunda sie terserah Kay aja, kalo emang mau ya silahkan. Nanti Bunda kasih uangnya.”

Denger Bunda ngomong seperti itu, Kay diem lagi. Tapi begitu Dadda selesai bayar, Kay langung nyodorin tangannya, minta uang, langsung aja Bunda keluarin uang kecilnya. Dan beneran loh,  begitu keluar dari rumah makan itu, dengan berani Kay langsung kasih uang-nya ke anak kecil yang bawa karung tadi.

Ternyata ada anak kecil satu lagi yang juga bawa karung, Kay langsung narik tangan Bunda sambil bisikin, “Bun, minta lagi dong, yang satunya belum dikasih.”

Alhamdulillah, ternyata anak Bunda udah bisa ngerti apa itu berbagi dan udah dengan berani-nya ngasih ‘sedekah’ buat anak yang ga seberuntung dia, walaupun sebenernya Kay masih takut-takut, tapi Kay bisa ngalahin rasa takutnya dengan menghadapi rasa takut itu.

Ternyata ga pa pa kan ya Nak, cuma kasih uang aja ama anak-anak yang kurang beruntung itu? Bunda Dadda bangga sekali sama Kay dan juga mau terima kasih sama Kay, udah ngajarin Bunda bahwa takut itu bisa dikalahin kok, dengan keberanian.

I love you baby…..

Jan
25

akibat kerajinan rusak lah ipod Bunda

Posted by Callista

Ya gitu itu anak Bunda. Suka kerajinan sendiri. Tapi sama kayak Bundanya, moody-an sie soal rajin ini.

Kay itu paling suka bersih-bersihin meja rias Bunda. Biasanya sie dia ngelap-ngelap gitu. Apa aja yang ada di atas meja rias Bunda dia bersihin. Biasanya palingan ada remote TV dan DVD atau kacamata Bunda di atas meja rias itu. Dia angkat terus di lap lah tuh meja, pake tissu basah kek, pake lap meja kek, apa aja lah yang keliatan ama dia.

Nah ceritanya mood rajinnya lagi dateng nie Sabtu pagi kemaren. Bunda udah jalan ke kantor, Dadda lagi mandi. Jadi ga ada yang ngawasin juga kan. Dia beres-beresin deh tuh meja rias. Selesai lap ini itu, ternyata jiwa beres-beresnya masih menggebu-gebu, akhirnya dengan pintarnya dia ambil ipod touch hadiah ulang tahun Bunda dari Dadda, terus dibersihin dong. Santai aja, di lap pake air (ini cerita Kay sendiri waktu Bunda tanya kok ipodnya sampe rusak)

Akibat dibersihin pake kapas yang dikasih air, ya wassalam lah itu ipod. langsung aja mati. Ga bisa dinyalain sama sekali.

Dadda panik, telepon Bunda njelasin. Bunda bilang, di hair dryer aja coba, masa sie cuma di lap-lap aja sampe ga bisa nyala gitu. “Udah kok, tapi sekarang ini keliatannya malah LCD nya yang kena, terus ipod-nya jadi panas banget” gitu jawab Dadda.

Ya sudah lah, berharap masih bisa dibetulin di service centre-nya ya Bunda masih tenang dong. Mudah-mudahan bisa dibetulin lah.

Tadi siang Bunda pergi lah ke Ipod Service Centre, dan jawabannya bener-bener bikin Bunda sedih. Karena dia ga ada sistem betulin, jadi tuker barang sistemnya. Tapi karena kebijakan dari Ipod-nya bilang, kalo kena air ya waranty-nya hangus. Ga bisa diapa-apain kecuali beli baru.

Duuuuuhhh… ga karuan rasanya perasaan Bunda. Sedih campur-campur sebel tapi gimana… masa umur ipodnya cuma 4 bulan ajah???

Aduh nak, nanti kalo Kay udah gede dan baca postingan ini, Kay mesti tau kalo Bunda sediiiih banget. Tapi tetep Bunda berbesar hati, karena gimana pun, Kay tetep lebih penting dari apapun dalam hidup Bunda. Cuma Bunda minta, lain kali jangan terlalu rajin ya Nak… Inget, alat-alat elektronik tuh jangan pernah dibersihin pake air ya sayang…

Bunda sayang Kay…

Jan
24

serterah Bunda aja lah

Posted by Callista

Maksudnya sie, terserah Bunda aja lah…..

Kata-kata itu kayak jadi kata-kata favorit Kay deh beberapa minggu terakhir ini. Setiap ditanya sesuatu, pasti dia jawah serterah Bunda aja deh… hihihihihi.. Kadang suka takjub aja ama ketepatan dia menata kata.

Kemarin, Dadda ada acara kantor nginep dari hari Sabtu di daerah puncak. Karena Sabtu-nya Bunda juga mesti masuk kantor, akhirnya Minggu kemarin, Bunda ajak anak kecil satu itu jalan-jalan ke mall. Kesian masa 2 hari libur sekolah di rumah aja kan.

Memang pagi tadi,  sebelum pergi ke mall Kay sempet nanya kapan Dadda-nya pulang dari puncak.  Mungkin dijawab, jam 12-an sama Dadda-nya.

Kebetulan jam 12-an juga kita sampe di PIM. Begitu masuk ke Mall, Kay langsung nanya, “Bun, sekarang emang jam brapa?”. Jam 12, begitu jawab Bunda. “Lah, kan Dadda pulangnya jam 12” panik suara Kay kedengarannya. Dengan santai Bunda jawab, “Ya ga pa pa kan? Biar aja Dadda pulang, emang kenapa?”

Dengan serius dia jawab, “Ya ngga lah Bun, kalo Dadda telepon ya kita langsung pulang”. Geli sendiri Bunda ngeliat gayanya, “OK, nanti kalo Dadda telpon kita langsung pulang ya” gitu kurang lebih jawaban Bunda.

Aktivitas nge-mall pun di mulai. Emang ga macem-macem sie, palingan main di playground depan Kentucky atau di playground gratisan yang tersebar hampir di setiap lantai PIM.

Supaya ga salah pilih persingahan pertama, Bunda tanya, “Kay mau ngapain dulu? Main atau mam eskrim?” Dengan muka serius Kay jawab, “ya serterah Bunda aja, mana aja boleh kok” Huahahahahahahaha, geliiii bener Bunda liatnya, gayanya sok tuwir, padahal ngomong masih salah.

Akhirnya karena udah dibilang ‘serterah Bunda’ akhirnya persinggahan pertama kita main di depan kentucky, mulai dari naik kuda, naik motor, naik kereta, naik pesawat luar angkasa yang ditutup sama naik komidi putar. Ternyata kalo di playground, serterah-nya ga berlaku, karena kalo udah main gitu Kay susah banget diajak berhenti, ada aja alesannya buat naik ini itu. Akhirya Bunda pake cara boongin dia baru manjur, bilang kalo uangnya abis nie.. hehehehe.

Selesai main, kita singgah ke Dairy Queen. Sesuai niat Bunda, hari ini mau ngikutin kemauan Kay deh. Kan kemarin seharian udah ditinggal di rumah. Di Dairy Queen, kita ngabisin 1 strawberry blizzard (sebenernya sie Bunda yang ngabisin, karena ternyata Kay lebih doyan makan es krim walls cup dari Alfa deh dibanding Dairy Queen.

Abis makan es krim, lanjut persinggahan lain. Rencananya sie mau ke IBOX betulin Ipod-nya Bunda (yang ternyata rusak total) tapi berhubung ngelewatin playground depan HokBen yang gratis itu, Kay langsung narik tangan Bunda sembari bilang “Aku mau naik slide Bun”.

“OK, tapi ngga lama-lama ya,” . Kay seneng banget, langsung lari dan bolak balik naik tangga buat sliding. Pokoknya heboh dan fun banget keliatannya. Untung sembari nungguin Kay, Bunda ketemu temen. Jadi ga bengong banget sendiri.

Lebih dari setengah jam, Kay masih giat aja bolak balik naik tangga dan berputar-putar di playground. Bunda udah lumayan gelisah, abis laper sie mulai deh aksi teriak buat manggil Kay, sembari boong lagi bilang, “Kay, Dadda udah telepon nie”

Kirain dia masih inget ama omonganna tadi, ternyata boro-boro. Yang ada dia malah nyautin gini, “Ya sabar dong Bun, kan aku lagi main” heheheheheheh

Tapi karena Bunda udah lapar banget, ya Bunda panggil berulang-ulang, sampe akhirnya dia nyerah dan mau diajak pulang. Tapi masih tetep ngedumel sambi ngomong, “Harusnya kan serterah Tata dong Bun, kan yang lagi main tadi Tata”

hehehehe.. dasar anak kecil…masih salah aja ngomongnya pake acara ngedumel lagi..

Jan
18

ngigo

Posted by Callista

Ada kejadian lucu sabtu kemarin, dalam perjalan menuju Grand Indonesia, mau liat Water Fountain show.

Seperti biasa, kalo lagi di mobil, Kay itu either ga bisa diem sama sekali, bolak balik depan belakang ato tidur.

Nah, kemarin itu rupanya Kay ngantuk banget secara emang perginya pas sama waktunya dia bobo siang. Jadi, ga sampe 10 menit di mobil dia udah bobo dengan sukses.

Sepanjang perjalanan, Bunda bersenandung, ikutan lagu yang diputer radio. Salah satu cara buat ngganjel mata supaya ga ikutan tidur juga sie, kan kesian Dada-nya nyetir ga ada yang nemenin.

Pas ada lagu theme song coca cola untuk piala dunia itu, tiba-tiba aja Kay angkat kepala, dengan mata yang masih setengah merem, dia ikutan nyanyi “Bukalah bukalah semangat baru
Bukalah bukalah semangat baru” dengan nada yang paaaasss banget sama yang lagi diputer radio… nengok ke Bunda sebentar, terus taro kepala lagi dipangkuan Bunda, dan lanjutin bobo dong…hahahahhahahaha

Bunda ama Dada saling liat-liat via kaca spion terus nyengir bareng… a really big ear to ear grin deh… abis ga berani ketawa kenceng-kenceng karena takut Kay kaget, bangun terus rewel gara-gara bobo-nya belum puas..

Pokoknya lucuuuuu banget deh, dasar calon penyanyi, masa tidur aja ngigo-nya nyanyi.. hihihihi… love you Kay..