Callista's World

Callista's everyday world…from her favorite songs to her accomplishments…

Archive for the ‘komentar lucu’ Category

Jul
12

gagal paham

Posted by Callista

Akibat ada iklan coklat Cadbury di TV, yang katanya saking enaknya bisa bikin yang makan ga sadar kalau udah makan celemotan, terjadilah percakapan yang berujung gagal paham dari pihak si anak. Gini ceritanya:

Pas lagi nonton Hitam Putih di TransTV, ada iklan coklat cadbury tadi, itu loh, iklan yang ada cewek ama cowok lagi setir mobil ditengah kemacetan *pasti di Jakarta… halah* sambil makan coklat. Dicolekcolek coklatnya, celemotan deh di sekitar bibirnya si cewek dan cowok itu. Terus mereka saling liatliatan gitu, sembari angkatangkat alis untuk ngasih tau, “tuh celemotan

Nah, Bunda iseng kan, terus bilang gini ke Uni,

Bunda : “Nanti kalau udah gede dan bisa nyetir, kayaknya Uni gitu tuh. Waktu nyetir mobil, liatliatan ama cowok mobil sebelah terus anggukangguk kayak gitu deh”

jawaban Uni sungguh bikin Bunda mau pengsan nahan ketawa, gini katanya”

Uni : ” Gak Bun, Uni ga doyan Cadbury”

huehehehehehehehe, gagal paham bener dia. Wong maksudnya Bunda, ya gayanya liriklirikan ama cowok, bukan perkara makan coklatnya.. hihihihi…

But, come to think again, “please stay that way ya baby… just a little longer, so we can always holds you close to us like when you were a baby”

 

Apr
02

celotehan favorit

Posted by Callista

Hanya mau merekam beberapa percakapan yang setelah diingetinget lucu juga..

Kondisi : nonton acara the Voice episode 4

Kay : Eh bun, kalau juri (harusnya sie coach) the voice yang menurut bunda paling OK siapa?
Bunda : Adam Levine dong (iya kaaan??)
Kay : Sama dong, aku juga

*cieh, udah ngerti yang paling keren dan cakep siapa, emang deh anak si Bunda abiss*

Kondisi : nonton hitam putih – Gita Gutawa wawancara One Direction

Kay : Bun, hebat ya Gita Gutawa bisa wawancarain One Direction
Bunda : Uni juga bisa kalau Uni jago bahasa Inggrisnya

Kay : Kalau satu lagi siapa tuh bun? yang chubbychubby gitu mukanya
Bunda : Tasya ya?
Kay : Iya, kalau dia malah wawancarain idolanya bunda tuh..
Bunda : siapa emang nak? (Bunda ga ngikutin berita)
Kay : David Cook… iya kan??
Bunda : iya ya bener…

Kondisi : dengerin Phil Phillips nyanyi “Home”

Kay : Bun, ini juara American Idol ya? Bunda suka?
Bunda : Suka dong nak, udah ganteng jago nyanyi lagi
Kay : Iya ya Bun, keren terus suaranya bagus lagi.

*Wah dia tau idola bundanya cowok2 jago nyanyi nan ganteng… hihihi… *

Good job Uni…. keep up the good work yaa.. 😀

Mar
13

. chitty chatty part 1 – fun experience .

Posted by Callista

this post was posted on June 28, 2008. I was trying to move all the posting I have made in my previous blog.

It is always amazing to watch a person growing up don’t you think? Well, it is for me, and for this last couple of years, watching my baby girl growing up is one of the most fun experience I’ve ever have.

Even though it’s been an amazing couple of years, these last few months is probably the most amazing and fun of all. I mean, watching my baby learned to speak her mind, its sooo cute and also pretty entertaining.
I mean, the first time she said “Ndak mau”….she said it all the time…in any occasion :-)….

It’s a challenge for both my husband and I, trying to have a conversation with someone who is not yet 2 years old, because there’s so many words that come out of her mouth is hardly understandable :-). But struggling as it is, I say it again, it’s also a FUN thing to do.

Like the other day, for no obvious reason, she called me “undamu” other than munda [yeah I know, it also doesn’t make sense…what’s “MUNDA”?..but it’s the closest thing to bunda right?] And just like “ndak mau”, she said it all the time, whenever she wants me to do something or just for her fun, she always calls me undamu.. :-).

Last night another entertaining experience I have with Kay and my hubby, when he asked her to ask our maid for papaya coz he wants to eat some. Struggling with the words, Kay said to my maid, “Niia..aya…Dada [the translation would be -Nia, pepaya untuk Dada- or -Nia, could you get some papaya for Dada?]. But because of the way she talks, it’s hard for the maids to understand so they asked, “emang Dada knapa Kay?” and she answered, “Dada..atit…paya…batuk” [hahahaha…I know..Iknow…it doesn’t make sense right?….but can’t blame my hubby for trying].

After waiting for the papaya that obviously will never come, my hubby called my baby again…and asked “Kay…bilang mbak Nia, mana..pepayanya kok ga jadi di potong?”. And again, my baby – being the good messenger that she is – asked the maid the question that her dada asked her. “Nia, aya ana? aya otong Dada” [If I didn’t tell you the story first…I bet it would be very hard for you to understand that….almost impossible right?….]

Hearing that question, the maids goes…”Ooh…Dada minta di potongin pepaya ya nak?”

Even though it takes a little longer, but she completed the task quite well don’t you think?.

Another funny story last night is when my hubby sing along the song from the commercial on TV, the one with GIGI in it. The theme song is one of Gigi’s songs…”Panas, panas, panas…badan ini….pusing….pusing….pusing….kepala ini”

And do you know what my baby does?…..She also sing along…but when it gets to the part “pusing…pusing”…she sang….’pusing paya…pusing paya…pusing paya’ while doing some head banging…[I know it’s not soo hilarious when you read it here, but it was soooooooooo funny when you saw it in person]

Experiences like that are the things that I looooooove from watching my baby growing up, because it would never happened twice..

May
23

Conversation

Posted by Callista

Hari Sabtu kemarin, kita bertiga lagi bercengkrama (hehehe, bahasanya yaa) sembari sekali sekali cekikikan karena Kay dan Dada selalu sepakat buat jailin Bunda. Ntah itu cuma niatan kelitikin bunda, sampe beneran bundanya dikelitikin sampe bunda teriak teriak dan misuh misuh karena ga mau.. Kay dan Dada selalu comes up with many tricks to tickle-tickle bunda… (ampun dong Nak.. have mercy on your Bunda yaa).

Bunda juga ga terlalu ngeh awalnya gimana, tapi tiba-tiba Bunda denger Dada ngomong gini.. “Kay, nanti kalau udah kuliah, jangan jauh-jauh yaa, di UI ajah.. ” yang spontan dijawab ama anaknya… “Ga mau.. pokoknya mau kuliahnya di Bandung ajah” (Emang Kay sekarang lagi di masa ‘menentang’, apapun itu, ngerti ga ngerti, tau ga tau, apapun yang dia omongin or lakuin harus bertentangan ama permintaan or omongan orang tua-nya). Dada terus bilang gini, “Jangan ya nak, nanti kan jauh nengokinnya”. Yang sekali lagi dijawab.. “Enggak mauuu.. di Bandung ajah”

Bunda sie diem ajah, nyomot dim sum. Tapi sembari ngunyah Bunda senyum sendiri. Si Dada ngeliat bunda senyum-senyum terus nanya. “Kenapa Bun, kok senyum-senyum?”

Hehehehehe, Bunda langsung ketawa kenceng. Kay ama Dada sampe pada heran gitu ngeliatin Bunda.

Begitu selesai ketawa, Bunda langsung bilang aja, “Ya abis Dada ada-ada aja sie, biarin aja anaknya masuk SD dulu baru nanti kalo udah mau lulus SMP dikonfirm lagi mau sekolah di mana??

Aduuuuhh.. kebayang nanti kalau anaknya udah ada yang ngapelin, gimana reaksi Bapaknya ya kalau nanti yang ngapel bilang mau ajakin Kay pergi-pergi?? hihihi.. udah kebayang deh… dikasih sie pasti, cuma pake misuh-misuh dulu sepertinya…

Kalau inget gitu jadi pengen selalu bilang ama Kay deh.. “please baby… don’t  be such a hurry to grow up… stay pure like that as long as you can.. and we love you soo very much”…

Jan
24

serterah Bunda aja lah

Posted by Callista

Maksudnya sie, terserah Bunda aja lah…..

Kata-kata itu kayak jadi kata-kata favorit Kay deh beberapa minggu terakhir ini. Setiap ditanya sesuatu, pasti dia jawah serterah Bunda aja deh… hihihihihi.. Kadang suka takjub aja ama ketepatan dia menata kata.

Kemarin, Dadda ada acara kantor nginep dari hari Sabtu di daerah puncak. Karena Sabtu-nya Bunda juga mesti masuk kantor, akhirnya Minggu kemarin, Bunda ajak anak kecil satu itu jalan-jalan ke mall. Kesian masa 2 hari libur sekolah di rumah aja kan.

Memang pagi tadi,  sebelum pergi ke mall Kay sempet nanya kapan Dadda-nya pulang dari puncak.  Mungkin dijawab, jam 12-an sama Dadda-nya.

Kebetulan jam 12-an juga kita sampe di PIM. Begitu masuk ke Mall, Kay langsung nanya, “Bun, sekarang emang jam brapa?”. Jam 12, begitu jawab Bunda. “Lah, kan Dadda pulangnya jam 12” panik suara Kay kedengarannya. Dengan santai Bunda jawab, “Ya ga pa pa kan? Biar aja Dadda pulang, emang kenapa?”

Dengan serius dia jawab, “Ya ngga lah Bun, kalo Dadda telepon ya kita langsung pulang”. Geli sendiri Bunda ngeliat gayanya, “OK, nanti kalo Dadda telpon kita langsung pulang ya” gitu kurang lebih jawaban Bunda.

Aktivitas nge-mall pun di mulai. Emang ga macem-macem sie, palingan main di playground depan Kentucky atau di playground gratisan yang tersebar hampir di setiap lantai PIM.

Supaya ga salah pilih persingahan pertama, Bunda tanya, “Kay mau ngapain dulu? Main atau mam eskrim?” Dengan muka serius Kay jawab, “ya serterah Bunda aja, mana aja boleh kok” Huahahahahahahaha, geliiii bener Bunda liatnya, gayanya sok tuwir, padahal ngomong masih salah.

Akhirnya karena udah dibilang ‘serterah Bunda’ akhirnya persinggahan pertama kita main di depan kentucky, mulai dari naik kuda, naik motor, naik kereta, naik pesawat luar angkasa yang ditutup sama naik komidi putar. Ternyata kalo di playground, serterah-nya ga berlaku, karena kalo udah main gitu Kay susah banget diajak berhenti, ada aja alesannya buat naik ini itu. Akhirya Bunda pake cara boongin dia baru manjur, bilang kalo uangnya abis nie.. hehehehe.

Selesai main, kita singgah ke Dairy Queen. Sesuai niat Bunda, hari ini mau ngikutin kemauan Kay deh. Kan kemarin seharian udah ditinggal di rumah. Di Dairy Queen, kita ngabisin 1 strawberry blizzard (sebenernya sie Bunda yang ngabisin, karena ternyata Kay lebih doyan makan es krim walls cup dari Alfa deh dibanding Dairy Queen.

Abis makan es krim, lanjut persinggahan lain. Rencananya sie mau ke IBOX betulin Ipod-nya Bunda (yang ternyata rusak total) tapi berhubung ngelewatin playground depan HokBen yang gratis itu, Kay langsung narik tangan Bunda sembari bilang “Aku mau naik slide Bun”.

“OK, tapi ngga lama-lama ya,” . Kay seneng banget, langsung lari dan bolak balik naik tangga buat sliding. Pokoknya heboh dan fun banget keliatannya. Untung sembari nungguin Kay, Bunda ketemu temen. Jadi ga bengong banget sendiri.

Lebih dari setengah jam, Kay masih giat aja bolak balik naik tangga dan berputar-putar di playground. Bunda udah lumayan gelisah, abis laper sie mulai deh aksi teriak buat manggil Kay, sembari boong lagi bilang, “Kay, Dadda udah telepon nie”

Kirain dia masih inget ama omonganna tadi, ternyata boro-boro. Yang ada dia malah nyautin gini, “Ya sabar dong Bun, kan aku lagi main” heheheheheheh

Tapi karena Bunda udah lapar banget, ya Bunda panggil berulang-ulang, sampe akhirnya dia nyerah dan mau diajak pulang. Tapi masih tetep ngedumel sambi ngomong, “Harusnya kan serterah Tata dong Bun, kan yang lagi main tadi Tata”

hehehehe.. dasar anak kecil…masih salah aja ngomongnya pake acara ngedumel lagi..

May
25

~ katanya Dadda, kok malah Tata? ~

Posted by Callista

Tadi malem, Kay sakit!! Badannya panas, waktu diukur ternyata suhu badannya hampir 39.5 derajat. Waduh, panik deh Bunda. Untungnya Dadda ga lagi tugas luar kota, jadi bunda sedikit lebih tenang.

Setiap kali minum obat, panas-nya Kay turun, tapi ga lama naik lagi. Aduuuhh, Bunda jadi ngga tenang lagi, soalnya lagi banyak penyakit deh sekarang. Lebih baik cepet-cepet diperiksa daripada nanti terlambat.

Setelah Dadda sampe, langsung diajakin untuk ke Dokter Eva. Ternyata ngajak anak umur 3 tahun 8 bulan ke dokter bukan urusan gampang. Susah banget ternyata. Udah dibujuk ini, itu, tetep aja cuma kata NGGA yang keluar dari mulutnya. Waktu udah ampir putus asa dan juga kesabaran, eh Dadda bilang, “Kalo Dadda yang ke Dokter, Tata mau anterin ga? *sometimes she called herself Tata, short for Callista*. Dan jawaban mau pun meluncur dari mulut mungilnya. Alhamdulillah, akhirnya pergi juga kita ke dokter, walau dengan sedikit berbohong.

Sesampainya di rumah sakit, Kay kayaknya sedikit curiga, secara yang dipanggil bolak balik itu ya namanya dia. Tapi dia ga terlalu perhatiin karena bolak balik kita alihin perhatiannya.

Setelah nunggu sekitar 20 menit, akhirnya nama Kay dipanggil juga. Waktu masuk ruang praktek dokter, dia ngeliatin Bunda, kayak mau bilang “Kok nama aku yang dipanggil ya??”  Tapi dengan baiknya dia ngga bilang apa-apa dan dengan baiknya juga dia ngikutin semua yang diminta ama tante dokternya, tanpa protes.  Senang rasanya hati Bunda.

Selesai diperiksa, kita bertiga keluar dari ruang praktek dan turun ke apotik pake lift. Kebetulan kondisi lift saat itu kosong, isinya ya cuma kita bertiga. Biasanya Kay seneng banget, secara dia bisa pencet nomor lantai di dalem lift itu. Tapi lucunya kali ini dia ga mau pencet-pencet nomornya. Dia cuma komentar kayak gini, “Tadi katanya Dadda, kok malah Tata?”….

Langsung aja Bunda ama Daddanya senyum-senyum denger komentarnya. Karena itu caranya Kay buat protes, kan harusnya Daddanya yang diperiksa, kok ini malah tetep dia yang diperiksa, hehehehe. Lucunya, Kay dengan baik ikutin semua proses pemeriksaan, dan protesnya tetep nunggu waktu kita cuma bertiga. Hehehehe, pinter ya anak bunda-dadda.

Apr
01

Bunda… disuruh dateng pemilu…

Posted by Callista

Menjelang pemilu tanggal 9 April mendatang, otomatis kampanye mulai rame dimanamana, termasuk di komplek perumahanku.

Beberapa waktu yang lalu, suamiku dapet undangan menghadiri tanyajawab dengan salah satu tokoh partai terkemuka, yang kebetulan punya pendukung fanatik yang tinggalnya persis di depan rumahku.

Waduh, sebagai sebenernya Bunda ama Dadda malesss banget ikut-ikutan yang macam gini, tapi berhubung pengen tau ini komentar anak kecil itu soal pemilu, jadi Bunda iseng deh.

Bunda: “Emang siapa Nak, yang suruh Bunda dateng pemilu?”

Kay: “Itu kata mbak ada surat dateng buat Bunda ama Dadda”

Bunda: ” Ooh gitu ya… apa katanya?”

Kay: “Ya Bunda disuruh dateng pemilu”

Bunda: “Emang pemilu itu apa sie Nak?”

Kay:”Itu loh Bunda, pemilu itu jalan-jalan pake motor bawa bendera” (mungkin maksudnya kampanye)

Bunda: “Ooh gitu ya nak? Kalo gitu mana motornya?”

Kay: “Ya ga tau… tapi bendera gede-nya udah dipasang tuh didepan”

Hehehe, ternyata anak kecil itu punya pengertian sendiri soal pemilu dan ga terlalu meleset jauh, karena kampanye memang merupakan bagian dari pemilu.

Sekarang, tiap Bunda liat bendera besar berkibar, terus selalu gangguin dia… “Kay ga mau ikutan pemilu?? tuh benderanya udah berkibar duluan” yang serta merta dijawab ama dia, “Ngga ah, Tata kan masih kecil… Bunda aja”

Mar
20

susahnya ngajak nyimpen rahasia

Posted by Callista

Sebenernya sie ya ga bisa disalahin juga, secara anak kecil gitu ya. Kadang orang yang udah dewasa aja susaaah banget kalo soal simpan menyimpan rahasia, apalagi anak baru umur 3.5 tahun.

Jadi ceritanya gini, Dadda-nya Kay kan ulang tahun tanggal 14 Maret kemaren. Jadi si Bunda tuch sibuk banget nyiapin  surprise buat Dadda. Ngga macem-macem sie, biasa ajah. Cuma supaya kado yang disiapin buat Dadda itu ga ketauan. Karena emang cuma itu surprisenya.

Nah, waktu beli kado itu pas wiken panjang kemaren, secara Dadda juga lagi hunting foto di Yogya, jadinya lumayan bebas Bunda ‘hunting’ kado di Jakarta. Tapi karena Dadda ga ada, akibatnya anak kecil satu itu diajakkin dong, secara juga kesian, masa udah long wiken, Bunda jalan sendiri juga.

Senin, 9 Maret kemaren, akhirnya Bunda jalan ber-4, bareng oom Aldi, Kay ama si Mbak, jalan ke Cempaka Mas dulu, rencana mau mbenerin netbook Bunda yang suka tiba-tiba nge-dump sendiri, tapi nyesel banget ga nelpon-nelpon dulu, secara udah sampe di Cempaka Mas tokonya tutup secara libur nasional. Sebel banget deh. Huh….

Keluar dari Cempaka Mas, terus nyari makan dulu dan jadi setengah deg-deg-an secara takut banget toko yang dituju tutup juga secara libur nasional. Abis udah ngga ada waktu lagi. Selesai makan di Bebek Goreng Suryo Senopati, langsung deh meluncur ke satu toko yang jual peralatan photography di seputaran Kemang. Alhamdulillah toko-nya buka, ga ikutan libur kayak toko netbook tadi.

Sampe disana, nanya-nanya (atau lebih tepatnya ngasih catetan dari oom Kiting) terus cuma nambah tasnya biar gampang bawa. Secara Dadda lagi hobi banget segala yang berbau photography, akhirnya bunda beliin tripod yang judulnya manfrotto, ternyata lumayan mahal euy.. 🙁 , hehehe.. masih aja itungan ya.. ngasih kado aja itungan bener.

Selesai beli kado, pulanglah kita secara sorenya mau jemput Dadda dibandara. Baru ikutan hunting foto bareng Nikon Club-nya dari Jogja. Sampe rumah, karena belum sempet beli kertas kado-nya akhirnya si tripod ama tasnya Bunda titip ditaro dikamarnya si mbak. Maksudnya supaya Dadda ga tau, kan emang niatnya surprise.

Emang sie, ga tepat juga ngajakin anak kecil nyimpen rahasia, padahal untuk umuran segitu, lagi seneng-senengnya dia cerita. Tapi mau digimanain lagi, kalo ngga surprise-nya berantakan dong. Ya udah, Bunda bolak balik selalu bilang ama Kay, ‘jangan kasih tau Dadda ya Nak… kan ini untuk surprise.. nanti jadi pas Dadda ulang tahun.. kita sama-sama teriak…. S U R P R I S E ! ! ! !……gitu ya. Dan dengan sepenuh hati juga dia udah bilang.. .”iya Bun…” malah udah pake latihan teriak surprise-nya segala kok.

Walo udah serius di-iya-in ama Kay, dan udah diulang berkali-kali, tetep aja dong Bunda masih deg-deg-an. Karena kemungkinan Kay cerita ke Dadda-nya besar banget. Tapi Bunda pikir.. ngga kali ya… dia kan udah bisa dikasih tau, kalo ini tuh surprise buat Dadda-nya *sok ditenangtenangin*.

Mungkin hampir tiap pulang kantor tuch – dari mulai selasa sampe jumat malem – Bunda pengen bilang ke Kay soal kado dan surpris buat Dadda, tapi menurut si mbak, lebih baik ga usah diinget2in, supaya dia juga ngga inget kalo ada Kado buat Daddanya. Ya udah, karena mikir lebih baik gitu, ya Bunda diem ajah…

Hari H akhirnya dateng juga, Sabtu tanggal 14 Maret 2009, akhirnya Bunda ga mesti deg-deg-an lagi, secara kan kado udah bisa dikasih. Pagi-pagi banget, sekitar jam 5.30 pagi, abis sholat subuh, Bunda langsung bangunin Kay pelan-pelan, sembari dibisikin, “Kay, mau kasih selamet ulang tahun ngga ama Dadda?.. terus kasih Kado and teriak supriseee…. ???”

Wah, anak Bunda emang hebat, dia langsung duduk, terus bisik-bisik balik ke Bunda, “OK Bunda, Kay mau kasih salam dan Kiss Dadda ya, Bunda ambil kado-nya dikamar Mbak”. Duuuh….senengnya Bunda. Langsung lompat dari tempat tidur terus lari ke kamar si Mbak untuk ambil Kado…

Sampe di kamar, Kay lagi sun pipi Daddanya sambil bisikin “Selamet Ulang Tahun Dadda… “. Oooh… a very sweet moment… sayang Bunda lagi pegang kado, jadi ga bisa fotoin moment itu, uugghhh.. setengah sebel tapi gimana… ya udah deh.. lewat.

Waktu Bunda kasih ke Dadda kadonya, Dadda tanya.. “Ini apa Bunda?”… Bunda cuma bilang, “liat aja deh” Terus Dadda bilang, “tripod ya?? Kan Dadda udah beli…

Masya Allah, itu rasanya jantung Bunda loncat dari dada ke lantai… ya ampun…. waduh… gimana dong?? Terus nanti hadiahnya masa mesti dijual lagi? Kalo ngga buat apa 2 buah tripod? kan mubazir. Mungkin karena Dadda liat muka Bunda yang pucet pasi gitu, dia langsung meluk sembari ngomong “hehehe, ga kok, Dadda belum beli, tapi Dadda tau kalo bunda beliin tripod dari Kay”.

Ya terang aja Bunda melongo, kan rasanya Bunda udah bilang berulangkali sama Kay, kalo ini surprise buat Dadda. But what can you expect from a 3 year old?? hehehe. Salahnya sendiri lah kan? Penasaran kapan sie sebenernya Dadda tau kalo dia dapet hadiah tripod dari Bunda, “Emang kapan tau-nya Ayang?” Hmm.. hari selasa (yak, sukses bener ngumpetinnya, secara itu cuma selisih sehari dari waktu belinya), kan Dadda pergi siang, terus tautau Kay nyamperin ke kamar terus bilang kalo dia punya kado buat ulang tahun Dadda dan ditaro di kamar mbak-nya”

Hehehe, kalo diingetinget sie lucu juga. Yang mau kasih surprise malah dapet surprise, sampe jantungnya ampir copot. Sekalian bisa dijadiin pelajaran juga kan, mendingan nyari kado untuk surprise sendiri aja, daripada dikagetin lagi.

Feb
12

sekarang giliran jadi ST-12 PUSPA

Posted by Callista

hehehe, belum nulis apa-apa, Bunda udah senyumsenyum aja bawaannya. Abis langsung keingetinget betapa nggemesinnya anak Bunda itu.. hehehehe.. Aduuuh… berwarna banget rasanya hidup ini dengan adanya dia dalam hidup Bunda.

Jadi gini ceritanya, hehehe *tuh kan udah ketawaketawa lagi* seperti biasa malem tuh kan emang waktunya Bunda ama Kay. Entah main, entah nonton atau bacain buku cerita pengantar bobo buat Kay. Nah, biasanya sie, bisa dibilang kegiatan setiap malam itu pasti juga dipenuhi ama berantemnya Bunda ama si kecil satu itu.

Adaaaa aja yang jadi bahan berantem. Pokoknya seharihari itu bisa penuh dengan katakata “Ya iya lah Bun” sama “Ya ngga lah Kay”… atau sebaliknya… pokoknya sie hampir selalu deh malammalam dipenuhi sama katakata itu.

Nah, kmaren malem juga pastinya ngga beda dong. Secara udah jam setengah 9, udah waktunya ganti baju terus naik tempat tidur sambil tebar sapu tangan dan ambil buku cerita terus mulai deh garukgaruk, bedakin dan peluk untuk kemudian Kay tidur dengan sukses.

Adegan jadi ST 12- nya kejadian pas lagi gantiin baju Kay. Entah emang semua anak kecil itu ganti baju-nya pasti susah entah emang  cuma Kay sendiri deh, tapi ratarata tiap digantiin baju, pastiii aja susah bener. Kemaren juga gitu, dengan berbagai alasan yang bisa dia temuin, adaaa aja caranya yang dia punya biar Bunda nunda gant baju-nya.

Tapi Bunda pun ga mau kalah persistent-nya ama Kay. Walau sembari ngomel, tetep aja tangannya kerja buat nggantiin baju. Nah pas lagi makein pampers *iya Kay masih pake pampers ^-^* tibatiba Kay masukkin sesuatu ke mulutnya. Aduh.. Bunda yang sebel banget sama kebiasaan buruk Kay yang satu itu spontan langsung mbentak *maaf ya nak* “Callista…. udah berapa kali Bunda bilang ga boleh masukkin semuasemua kedalem mulut. Yang boleh dimasukkin itu kan cuma..” Kay langsung buang barang yang dia masukkin ke mulut terus nerusin omongan Bunda, “Makanan, minuman, susu, sama buah Bunda”. Bunda langsung seneng, secara dia inget ama omelan Bunda, “Nah itu tau, kan Bunda udah berulang kali bilang…jangan…jangan… ”

Belum selesai Bunda ama omelannya, tautau anak kecil itu udah nyamber *sembari goyanggoyangin pantatnya lagi*…”Jangan jangan kau menolak cintaku, janganjangan kau sakiti hatiku…” Masya Allah, Kay bukannya dengerin omelannya Bunda, yang ada dia malah langsung nyanyi…..

Seperti biasa, yang niat udah mau marah dan pasang wibawa yang ada Bunda malah senyumsenyum dibelakang pantatnya Kay. Tapi tetep ga mau hilang wibawa, Bunda bilang, “Ya beda lah… bukan gitu maksud Bunda” eh malah dijawab, “Ya samalah Bun, kan tadi Bunda bilang jangan…jangan… ya sama dong sama Jangan jangan kau menolak cintaku…”

Huehehehehehehehe….abis deh katakata Bunda… yang ada cuma bisa nyengirnyengir sambil nepuk pantatnya terus meluk dia sambil ketawa… hehehehehe….Gagal lagi deh sok wibawanya…hehehehehehhehehee

Jan
30

– jadi Rihanna –

Posted by Callista

Hari rabu kemaren, Bunda pulang sendiri, soalnya Dadda mau ngumpul ama tementemen dari kantor lamanya dulu. Karena pulang sendirian, akibatnya Bunda juga makan malem sendirian. Seperti biasa, kalo pas makan malem itu pasti gangguan anak kecil bernama Kay itu selalu jadi tambahan menu buat Bunda. Macemmacem deh gayanya. Kadangkadang cuma ikutan ngacakngacak makanan, kadang ikutan nyicip, tapi yang paling pasti itu ya mesti ngegangguin 🙂 .

Nah, rabu kemarin itu ya ga ada pengecualian. Begitu Bunda duduk di kursi meja makan, dia langsung nyamperin. Sibuk sama beberapa pertanyaan, yang intinya emang cuma mau nggangguin acara makan malem deh. Kan sedikit susah kalo harus njawab pertanyaan yang macem-macem sambil ngunyah. Apalagi Kay itu ermasuk anak yang sedikit ga sabar (eh itu cuma Kay aja ato emang ratarata anak kecil itu ga sabaran ya?), jadi setiap kali dia nanya, harus langsung dijawab. Sementara mengharmonisasikan antara ngunyah ama nelen sesuai waktu dia ngajuin pertanyaan juga lumayan susah 🙁  hehehehehehe.

Kemaren, pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya itu sedikit berbeda dari biasanya. Kay itu, paling ga mau di test, tapi dia paling suka nge-test. Nah, kemarin Bunda ditest ama dia, dengan pertanyaan seperti ini :

Kay : “Bun, payung itu bahasa inggrisnya apa?”

Bunda : “Umbrella Nak, emang kenapa?”

Hehehehehe, jawabannya malah bikin kaget Bundanya. Dengan sepenuh hati dia bergoyanggoyang, terutama bagian pinggul (emang udah punya pinggul ya??) ama  *maaf* pantatnya, sembari nyanyi..”Ella…ella e…e.. mmm *mumbling* umbrella… e… e….

Pas denger itu, Bunda ketawa ngakak…. masya Allah Nak, kamu liat dari mana itu????  Waduh, sampe sakit perut deh Bunda. Dan seperti biasa, tanpa ngerasa lucu, dia cuma senyum ajah. Beberapa kali Kay ngulang pertanyaan itu. Secara Bunda seneng liat dia bergoyanggoyang, ya Bunda tanggepin aja bolak balik. Hehehe, jail ya Bunda-nya.

Nah, kmaren sore, waktu baru pulang, Bunda pengen lagi liat dia bergoyang-goyang. Bunda minta Kay nyanyi ‘umbrella’ lagi *sambil goyanggoyang tentunya*, tapi emang anak itu tergantung mood deh, mau goyangnya. Jadi waktu Bunda minta, dia cuma melengos doang.. 🙁 .

Setelah beberapa kali Bunda minta tetep ga di ‘waro’ ama Kay, akhirnya Bunda nyerah deh. Ngikutin apa yang dia mau. Terus keluar lagi deh isengnya Bunda, jadi nanya lagi, “Kay, kalo bahasa inggris-nya payung apa Nak?”

Mungkin karena udah ngobrol ngalor ngidul, jadi mood-nya udah OK lagi, Kay langsung jawab, “E… e… e… ella…” … huahahahahahahahahahahaha, ditanya bahasa inggris payung, eh dia malah nyanyi. Umbrellanya malah ga ada sama sekali… aduuh…sampe sakit perut deh Bunda rasa-nya. hehehehehehehe…. Kay… Kay……